Perubahan

Perubahan tidak dapat kita hindari. Perubahan terjadi setiap saat seiring dengan berjalannya waktu. Apakah Anda termasuk orang takut akan perubahan atau siap mengikuti perubahan?

Dengan bertambahnya usia kita, kita takut kesehatan kita akan memburuk. Orang kaya takut akan kehilangan kekayaannya. Pengusaha konvensional takut akan perubahan teknologi yang cepat dapat menggerogoti pasar mereka. Pekerja takut kalau dia tidak sanggup membayar sewa rumah. Pemulung takut kalau makanan anaknya tidak terbeli hari ini. Artinya selalu ada kekhawatiran tidak memandang siapa Anda, kaya ataupun miskin.

Tapi kita dapat saja meredam semua kekhawatiran tersebut dengan berpikiran positif. Ya, tentu saja tidak semua orang dapat dengan mudah berpikiran positif. Itu karena kita terlalu sering berpikiran negatif, cemas, was-was. Sama seperti kecemasan, berpikiran positif juga dapat dilatih, dibiasakan. Cukup dengan sebuah kertas A4 dan sebuah bolpen.

Kertas dan bolpen
Selembar kertas dan sebuah bolpen untuk introspeksi diri.

Lipatlah kertas hingga menjadi 8 bagian sama besar. 2 kolom untuk 1 hari, jadi kita memiliki 4 hari di bagian depan kertas dan 4 hari di bagian belakang kertas hanya dengan 1 lembar kertas A4. Untuk masing-masing hari, tandai kolom kiri dengan tanda “+” dan kolom kanan dengan tanda ““.

Luangkan sedikit waktu istirahat Anda untuk memikirkan kembali apa yang telah terjadi sebelumnya. Pagi tadi saya ngapain saja? Apabila Anda berbuat/berpikir sesuatu yang positif misalnya “Ma, sini Papa antar ke pasar,” atau “Nanti sore pulang kerja kita belanja ke mini market ya Ma,” maka tuliskan di kolom positif.

Kemudian kalau terlintas di pikiran “Cukup gak yah duitku untuk belanja, belom bayar uang sekolah anak soalnya,” atau “Cemana sih kamu Nak? Kamu makan 3 potong roti, ayahmu baru 1, padahal ayah kan badannya lebih besar dan butuh lebih banyak tenaga untuk bekerja.” Nah, kalo yang ini tulis di kolom negatif ya. Bila uang kita pas-pasan, nanti kita rencanakan apa saja yang bisa dibeli di pasar sesuai dengan tingkat kebutuhannya, karena keluarga tetap memiliki kebutuhan harian. Kemudian sebagai orang tua kita seharusnya menunjukkan sikap mengalah, untuk mendidik anak-anak yang rakus agar dapat bersikap adil dan berbagi, kita harus memilih kata-kata yang lebih sopan dan dengan cara penyampaian yang juga mendidik, bukan dengan menghardik atau marah.

Setelah kita isi kedua kolom tersebut, baca ulang sebelum tidur. Renungkan. Introspeksi diri. Apabila kolom negatif masih lebih banyak berisi daripada kolom positif, maka kita harus lebih berusaha lagi besoknya. Lakukan hal yang sama untuk hari ke-2, ke-3 dan seterusnya. Perhatikan apakah kolom negatif sudah berkurang dan kolom positif bertambah?

Pada hari Minggu tentunya kita memiliki lebih banyak waktu santai karena tidak bekerja. Baca kembali dari hari pertama. Jumlahkan pikiran positif dan pikiran negatif yang telah kita kumpulkan selama seminggu, apakah pikiran positif sudah lebih banyak daripada negatif? Apabila kita benar-benar memiliki niat untuk berubah, pasti akan nampak perubahan dalam kertas yang kita isi meskipun sedikit. Lanjutkan untuk minggu ke-2 dan ke-3 hingga Anda merasakan perubahan yang terjadi pada cara pandang Anda, pola berpikir Anda, hingga perubahan pada kehidupan Anda secara tidak langsung. Biarkan pikiran positif mengalir di kepala Anda.

Selamat! Kini Anda sudah berdamai dengan “perubahan“. Jangan lagi takut akan perubahan, tetapi bimbinglah perubahan tersebut ke arah yang positif. Jangan ragukan kemampuan berpikir manusia. Segala sesuatu berawal dari pikiran.

Our life is the creation of our mind – Buddha.

chienline

Just an ordinary people ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.000webhost.com