Berikan Kepercayaan

Minggu pagi adalah waktu yang paling indah. Waktunya bersantai dan beristirahat. Dua minggu belakangan ini saya mempercayakan putri saya yang berusia 7 tahun untuk menyajikan secangkir kopi. Apa yang mereka lihat setiap harinya selalu akan terekam ke dalam memori. Cukup dengan instruksi singkat : “Empat sendok kopi dan tiga sendok gula.” Dia pun langsung menjawab “Oke. saya bisa,” dan dia pun segera berlalu ke dapur dengan penuh semangat.

Empat sendok kopi, tiga sendok gula.

Dia tahu persis di mana letak kopi dan gula. Dia juga tahu cangkir apa yang saya gunakan dan juga sendok yang digunakan untuk pengukuran.

Tuangkan air panas dan aduk hingga merata.

Sebelumnya saya mengajarinya menuangkan air panas dari dispenser, namun ini adalah hari Minggu yang santai, jadi kita memasak air karena air yang mendidih akan mengeluarkan aroma kopi lebih maksimal daripada air panas dari dispenser. Tentunya dia masih ingat di mana batas ketinggian air selama gelas french press belum diganti. Ya, ini air panas. Mendidih. Tentu saja kita harus ekstra hati-hati dan terus mengawasi mereka. Saya yang memasak dan saya bantu menuangkan ke gelas.

Biarkan beberapa saat sebelum di french press tekan agar aromanya tersebar.

 

Tuangkan hingga tetes terakhir.

 

Secangkir kopi dan roti mengawali pagi dengan ceria bersama si kecil.

Hasilnya? Mungkin tidak seperti yang Anda bayangkan atau inginkan. Mungkin kopi Anda akan sedikit lebih manis dari biasanya karena anak-anak lebih semangat memasukkan gula daripada kopi. Belum lagi sesendok gula yang mungkin menyasar ke mulut mereka. Namun terlalu manis atau kurang manis dapat diinformasikan kepada mereka pada hidangan berikutnya dan dengan melakukan hal ini berulang-ulang mereka akan semakin ahli dalam menyajikan kopi yang pas untuk Anda.

Allah bisa karena biasa.” Demikian juga dengan anak kita. Mungkin kita takut mereka akan memecahkan gelas. Mungkin kita takut mereka akan tersiram air panas. Mungkin kita takut gula atau kopi akan jatuh berantakan di lantai atau meja dapur. Namun anak-anak sekarang cepat menghafal dan mengingat hal. Mereka mengingat bagaimana kita melakukannya setiap hari. Mereka hanya butuh kepercayaan dari kita. Dan ingat, jauhkan kakak atau adiknya karena mereka akan lebih konsentrasi apabila melakukannya sendiri. Berdua atau bertiga malah akan menimbulkan kekacauan dan peperangan di dapur Anda. Cobalah! Berikanlah kepercayaan kepada mereka, maka mereka tidak akan manja dan lebih mandiri saat dewasa nanti.

Catatan:

Bila sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi pada saat proses pengajaran terhadap anak-anak, hindari marah-marah. Ingatlah kalau kita yang sedang belajar memberikan kepercayaan kepada mereka.

  • Gelas pecah dapat diganti. Apabila ada yang pecah, sekalian ajari anak-anak cara untuk mengatasi kekacauan yang mereka timbulkan. Ajari cara menghindari pecahan gelas. Ajari mereka cara membersihkan pecahan gelas dengan sapu dan pengki.
  • Apabila ada tumpahan bubuk kopi atau gula, ajari anak-anak untuk membersihkannya dengan kain lap basah. Ajari mereka cara membilas kain.
  • Apabila tersiram air panas, tidak perlu panik. Banyak bahan di sekitar dapur yang dapat digunakan untuk pertolongan pertama. Salah satunya adalah Madu. Hindari penggunaan odol, mentega, dan kecap. Juga hindari membungkus bagian yang tersiram air panas. Bahan lainnya yang dapat digunakan untuk pertolongan pertama antara lain:
  1. Cuka Putih.
  2. Aloe Vera (lidah buaya).
  3. Minyak Lavender.
  4. Minyak Kelapa.
  5. Susu.
  6. Yogurt Berlemak.
  7. Minyak Pohon Teh.
  8. Ekstrak Vanili.
  9. Gandum.
  10. Teh Hitam.

chienline

Just an ordinary people ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.000webhost.com